Tampilkan postingan dengan label Iridescent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iridescent. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

Iridescent 3





“Kau –kau siapa sebenarnya ?” lirih HyukJae menatap tajam pemuda yang masih menampilkan senyum manisnya.

“Aku Lee Donghae” ucap Donghae masih dengan senyumnya.

“Aishhhh....” geram Hyukjae tertahan, mengacak-acak kasar rambutnya. “Lalu dimana aku sekarang ?” ketus HyukJae.

“Kau ada di ruang kesehatan sunbae”

“Terserah kau sajalah. Aku mau keluar dari sini. Bertemu dengan makhluk aneh sepertimu benar-benar membuat kepalaku pusing luar biasa.” HyukJae dengan kasar menurunkan tubuhnya dari ranjang kecil hingga menimbulkan derik yang cukup memekakkan telinga.

“Kau terlihat belum sehat sunbae”

“Diamlah. Jangan berbicara lagi. Suaramu membuat telingaku sakit”

Kembali HyukJae meracau tak jelas. Berjalan dengan sedikit sempoyongan saat dirasa sisa-sisa sakit kepala masih sedikit tertinggal. Menggapai knop pintu di hadapannya dengan cepat, hanya berharap segera terhindar dari makhluk yang sudah di cap –manusia aneh oleh HyukJae.

“Lee Donghae...” lirih HyukJae “Lee Donghae...” kembali HyukJae berujar “KAU” teriak HukJae setelah dirinya dengan gerakan yang teramat cepat telah kembali menghadapkan tubuhnya pada Donghae. 
“Kenapa.. Kenapa aku ?” kembali HyukJae bergumam seraya menatap kedua telapak tangannya dengan pandangan tak percaya.

.

.

Sesosok pemuda tampak hikmat dengan dunianya. Terduduk nyaman memmperhatikan deretan alphabet yang berjejer membentuk sesuatu yang di sebut kata. Bahkan terlampau panjang hinggga berganti pula penamaannya. Peduli setan dengan hal yang tak terlalu penting untuk saat ini. Pemuda itu nampak benar-benar terhanyut oleh buku di hadapannya.

Tampak sesekali pemuda itu mengernyitkan dahinya kala didapatinya sesuatu yang mungkin tak dimengerti olehnya. Perlahan, pemuda itu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, selanjutnya menghembuskan napas berat. Mengusap wajahnya sekilas, hingga menimbulkan ekspresi kosong. Tak jelas entah kemana kini pandangan pemuda itu terarah.

.

.

knock knock Knock

Derit pelan dari pintu coklat yang sebelumnya tertutup rapat sampai di telinga seorang laki-laki dewasa dengan setelan khas dokter di tubuhnya. Menatap kearah pintu sampai matanya menangkap bayangan seorang pemuda dihadapannya.

“Anneyong uisanim” ucap pemuda itu lirih seraya membungkukkan tubuhnya sempurna.

“Ya, ada perlu apa ? Ada yang sakit ?”

“Ah, tidak ada uisanim... saya... saya hanya ingin bertanya tentang keadaan siswa bernama Lee HyukJae. Bagaimana keadaannya saat ini ?” ujar pemuda itu lagi.

Namja yang lebih dewasa dalam ruangan tak terlalu luas itu menatap sekilas pada pemuda dihadapannya sebelum memutuskan untuk menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi putarnya.

“Siapa namamu ?” tanya uisanim dengan nada santai.

“Lee Jinki ibnida”

Kamis, 06 Desember 2012

Iridescent 2



“Tenang saja, dia hanya mengalami shock ringan. Biarkan dia tidur sebentar.” Terang dokter sekolah setelah selesai memeriksa keadaan Sungmin yang terbaring di atas bed ruang kesehatan sekolah.

“Ne, gamsahabnida uisanim.” Hormat HyukJae saat disadarinya jika dokter muda sekolah itu hendak meninggalkan ruangan kesehatan.

HyukJae hanya terdiam menatap wajah Sungmin yang sudah tak sepucat pertama saat ia menemukannya di koridor sekolah tadi.

Tik tok tik tok tik tok

HyukJae kembali menghembuskan napasnya tertahan, mendudukkan dirinya di bangku kecil sebelah bed Sungmin, hanya sekedar terdiam sesekali menatap wajah Sungmin yang nampak tenteram dalam dunia mimpinya.